model panggung pertunjukan musik dalam ruangan

Panggungini biasa digunakan dalam pertunjukan konser musik. Halllosobat menyampaikan materi tentang Tata Panggung dalam pentas teater - meliputi dari pengertian, bentuk, jenis, unsur, contoh dan gambar supaya mudah dipahami. Tata Panggung - adalah salah satu seni dalam teater dalam menghias dan menampilkan pertunjukan yang telah dicetak dan dapat di lakukan dalam ruangan terbuka Hentakangiring-giring yang diiringi dendang memecah kesunyian di dalam ruangan pertunjukan yang disaksikan ratusan penonton itu. Tiba-tiba, sebuah lampu panggung menyinari dua sosok yang berdiri di barisan penonton. Mereka adalah seorang penyanyi dengan giring-giring di kedua kakinya serta seorang pedendang dengan pakaian adat khas Koto Gadang. Jawabannyahanya ada dalam ulasan spesial mengenai lampu panggung kali ini. Yuk, simak artikel berikut ini! Manfaat Lighting. Berbagai kegiatan, mulai dari konser musik, teater, dan berbagai kegiatan panggung lainya seringkali diadakan di malam hari atau di dalam ruangan tertutup. Kondisi tersebut membuat pencahayaan panggung menjadi kurang. Adapunmodel pertunjukan musik tradisional yang ada Polman adalah sebagai. Adapun model pertunjukan musik tradisional yang ada. School University of Notre Dame; Course Title FINANCE 221; Uploaded By kakefeb833. Pages 17 This preview shows page 13 - 15 out of 17 pages. Site De Rencontre Identique A Badoo. Persayaratan ruang yang ada antara ruang yang satu dengan yang lain sangat berbeda-beda karena memiliki tingkat kebutuhan dan standarisasi ruang yang berbeda. Adapun syarat ruang yang ada adalah sbb Tabel Standar Keruangan Pada Gedung Pertunjukan Kesenian Sumber Analisis Penulis, 2009 no Nama ruang Standar ruang dan alternatif desain 1 Ruang Pertunjukan wayang orang/sendratari Memiliki desain khusus untuk penataan suara karena pada ruang pertunjukan dapat menampung berbagai macam kegiatan seni, seperti seni musik dan gerak sehingga diperlukan desain yang memadai, baik untuk penyelesaian struktur bangunan, akustika eksterior dan interior ruangan, dan kenyamanan visual yang dalam hal ini adalah perancangan panggung yang memadai Memiliki tingkat perancangan pencahayaan yang memadai sehingga segala sudut ruang yang akan ditonjolkan dapat dinikmati para pengunjung. Selain itu juga untuk kenyamanan visual dan sebagai estetika ruang dan menguatkan suasana pertunjukan seni yang sedang dimainkan Memiliki penghawaan yang tidak terlalu dingin dan terlalu panas sehingga pengunjung nyaman berlama-lama untuk menikmati pertunjukan seni Memiliki desain rancangan visual yang baik, sehingga pengunjung yang akan menikmati pertunjukan dapat benar-benar nyaman. Desain rancangan yang baik meliputi rancangan letak jarak panggung terhadap penonton jarak pandang, desain tempat duduk yang nyaman kemiringan lantai, bentuk atau letak tempat duduk yang nyaman terhadap panggung pertunjukan. Desain memperhatikan letak tata ruang yang biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian penerimaan, auditorium, dan ruang servis lainnya. 2 Ruang Pertunjukan wayang kulit Pencahayaan yang maksimal sehingga warna karakter wayang dapat terlihat jelas Memiliki desain khusus untuk penataan suara karena pada ruang pertunjukan dapat menampung berbagai macam kegiatan seni, seperti seni karawitan dan gamelan sehingga diperlukan desain yang memadai Interior ruang Tempat pertunjukan wayang ditata dengan menggunakan konsep pentas yang bersifat abstrak. o Memiliki desain rancangan visual yang baik, sehingga pengunjung yang akan menikmati pertunjukan dapat benar-benar nyaman. Desain rancangan yang baik meliputi rancangan letak jarak panggung terhadap penonton jarak pandang, desain tempat duduk yang nyaman kemiringan lantai, bentuk atau letak tempat duduk yang nyaman terhadap panggung pertunjukan. 3 Ruang pamer umum/khusus o Pencahayaan yang maksimal merupakan pusat pameran bangunan dan interior sehingga yang memerlukan kedetailan yang tinggi. Pencahayaan 196 ANALISIS dapat berasal dari matahari dan buatan dan juga dengan penggunaan kaca, karena selain sebagai pencahayaan juga untuk menarik perhatian masyarakat sekitar karena memperlihatkan display barang-barang yang dipamerkan. o Desain yang sesuai dengan semua tema merupakan pusat pameran kesenian sehingga diharuskan terdapat sesuatu yang membuat beda dengan ruangan yang lain tetapi juga harus menyesuaikan dengan langgam bangunan yaitu Kolonial-Jawa. Karena merupakan pusat pameran kesenian sehingga dapat menggunakan bahan bangunan dari berbagai unsur yang disusun secara menarik yaitu misalnya dengan penggunaan bahan-bahan alami, dan modern. 4 Ruang backstage Memiliki pencahayaan dan penghawaan yang memadai Memilki besaran ruang yang leluasa sehingga pemakai tidak merasa penuh Ruang berada di sekitar panggung karena ruang sebagai ruang tunggu pelaku seni sewaktu menunggu untuk pentas Memilki tingkat privasi yang tinggi karena ruang ini sebagai ruang persiapan dan ruang ganti 5 Ruang workshop/pelelangan Desain yang sesuai dengan semua tema merupakan pusat workshop dan pelelangan barang kesenian sehingga diharuskan terdapat sesuatu yang membuat beda dengan ruangan yang lain tetapi juga harus menyesuaikan dengan langgam bangunan yaitu Kolonial-Jawa. 6 Ruang pelatihan karawitan dan gamelan Memiliki suasana yang akrab Ruang yang memiliki tata akustika yang baik Desain tata udara yang ideal sehingga tidak merusak alat-alat kesenian seperti gamelan yang sifatnya sangat riskan. 7 Ruang pelatihan seni tari Memiliki suasana ruang yang terbuka sehingga antara pelatih dan pelajar tari terjalin suatu hubungan yang akrab Memiliki ruang yang luas yang dapat mencangkup kebutuhan pelatihan seperti area gerak dan tari Memiliki desain ruang yang ideal, seperti ruang yang memiliki penataan suara yang baik sehingga tidak mengganggu ruang lain yang digunakan sebagai latihan tari jenis lain 8 Ruang lavatori Pencahayaan ruang yang idealà tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang Penghawaan yang nyaman sehingga tidak mudah lembab dan adanya sirkulasi udara yang baik 9 Ruang tiketing Suasana yang nyaman dan leluasa Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman 10 lobby Area luas dan dapat menampung kegiatan baik, menunggu maupun melihat-lihat. Mempunyai desain yang menarik dikarenakan menjadi point off view sebelum masuk menuju Gedung Pertunjukan Lobby harus daapt mengakses semua ruangan à letaknya strategis dengan ruang yang lain 11 Rg. Pengelola Penghawaan yang maksimal seperti tidak pengap, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin karena pada siang hari tidak semua ruangan menggunakan AC sebagai pendingin tetapi penghawaan dimaksimalkan 197 ANALISIS pada penggunaan bukaan yang lebar. Pencahayaan yang nyaman seperti tidak terlalu silau dan pada siang hari tidak selalu menggunakan lampu sebagai penerangan sehingga dapat menghemat dan memaksimalkan cahaya matahari. Hubungan antar ruangan tidak terlalu ada perbedaan antara ruang pimpinan dengan staff sehingga terjalin hubungan yang nyaman dan tidak ada batas yang mencolok antara pimpinan dan karyawan sehingga terjalin hubungankeakraban antar karyawan. Desain ruangan yang menarik sehingga para karyawan tetap bersemangat dalam bekerja dan merasa betah berlama-lama, untuk pencapaian tersebut dapat diperoleh dari penggunaan unsur-unsur alam yang berada disekitar bangunan sehingga karyawan tidak merasa capek karena ada penghijauan yang membuat lebih segar atau fresh Pemberian fasilitas sirkulasi yang strategis sehingga lebih efisien sesuai dengan kebutuhan karyawan sehingga karyawan tidak merasa kesulitan apabila membutuhkan sesuatu 12 Rg. Rapat Memiliki desain yang nyaman dan menarik sehingga pemakai tidak merasa jenuh dan selalu rileks untuk mengikuti jalannya rapat Dapat menampung semua pemakai yang mengikuti rapat Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman 13 Rg. Penyelenggara kegiatan Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman dan menampung para pemakai di dalamnya. 14 gudang Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman sehingga barang atau alat yang disimpan di dalamnya dapat tersimpan dengan baik Dapat menampung dalam jumlah yang besar sesuai dengan yang dibutuhkan 15 Rg. Servis dan genset Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman sehingga alat komtrol yang diletakkan di dalamnya dapat tersimpan dengan baik 16 Rg. kontrol Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman sehingga alat komtrol yang diletakkan di dalamnya dapat tersimpan dengan baik 17 pantry Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman sehingga asap yang dikeluarkan dari kompor dapat dikeluarkan Panggung pertunjukan merupakan faktor penting dalam setiap acara musik, baik itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Namun, di dalam ruangan, model panggung pertunjukan musik yang tepat dapat menciptakan pengalaman yang berbeda bagi penonton dan musisi. Terdapat beberapa jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. 1. Flat Stage Flat stage adalah jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang paling umum dan sering digunakan. Panggung ini memiliki permukaan datar yang dapat menampung banyak musisi dan peralatan musik. Flat stage cocok untuk pertunjukan musik yang membutuhkan banyak musisi dan memiliki banyak peralatan musik. 2. Thrust Stage Thrust stage adalah jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang menonjol ke arah penonton. Panggung ini memungkinkan penonton dapat melihat musisi dari berbagai sudut dan memberikan pengalaman yang lebih intim. Thrust stage cocok untuk pertunjukan musik yang lebih kecil dan intimate, seperti pertunjukan jazz atau acara akustik. 3. Arena Stage Arena stage adalah jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang mengelilingi penonton. Panggung ini memungkinkan penonton dapat melihat musisi dari berbagai sudut dan memberikan pengalaman yang berbeda. Arena stage cocok untuk pertunjukan musik besar dan spektakuler, seperti konser rock atau pertunjukan Broadway. 4. Black Box Stage Black box stage adalah jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang paling fleksibel. Panggung ini sering digunakan untuk pertunjukan teater, namun juga dapat digunakan untuk pertunjukan musik. Black box stage memungkinkan pengaturan panggung yang berbeda-beda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Faktor-Faktor Penting dalam Model Panggung Pertunjukan Musik dalam Ruangan Terdapat beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih model panggung pertunjukan musik dalam ruangan. 1. Ukuran Panggung Ukuran panggung harus disesuaikan dengan jumlah musisi dan peralatan musik yang akan digunakan dalam pertunjukan. Ukuran panggung yang terlalu kecil dapat membuat pertunjukan terasa sempit dan tidak nyaman, sedangkan ukuran panggung yang terlalu besar dapat membuat pertunjukan terasa sepi dan kurang intim. 2. Akustik Ruangan Akustik ruangan merupakan faktor penting dalam model panggung pertunjukan musik dalam ruangan. Ruangan yang memiliki akustik yang buruk dapat mengganggu kualitas suara dan membuat pertunjukan terdengar tidak jelas. 3. Pencahayaan Pencahayaan juga merupakan faktor penting dalam model panggung pertunjukan musik dalam ruangan. Pencahayaan yang tepat dapat menciptakan suasana yang sesuai dengan genre musik yang ditampilkan dan membantu menonjolkan musisi. 4. Posisi Panggung Posisi panggung juga perlu dipertimbangkan dalam model panggung pertunjukan musik dalam ruangan. Panggung yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengganggu pandangan penonton dan membuat mereka tidak nyaman. 5. Desain Panggung Desain panggung yang menarik dapat menambah nilai artistik pada pertunjukan musik. Desain panggung yang tepat dapat menonjolkan musisi dan menciptakan pengalaman yang berbeda bagi penonton. Kesimpulan Model panggung pertunjukan musik dalam ruangan merupakan faktor penting dalam menciptakan pengalaman yang berbeda bagi penonton dan musisi. Terdapat beberapa jenis panggung pertunjukan musik dalam ruangan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, seperti flat stage, thrust stage, arena stage, dan black box stage. Selain itu, terdapat beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih model panggung pertunjukan musik dalam ruangan, seperti ukuran panggung, akustik ruangan, pencahayaan, posisi panggung, dan desain panggung. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, diharapkan pertunjukan musik dalam ruangan dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat. Panggung merupakan elemen penting yang menjadi orientasi utama dalam sebuah ruang pertunjukan. Adapun bentuk-bentuk ruang pertunjukan terkait hubungannya dengan perletakan panggung, yaitu17 a. Lingkaran 3600 theatre-in-the-round, island stage, arena/centre stage Dimana seluruh sisi penonton mengelilingi panggung, sehingga satu-satunya jalan masuk ialah melalui bawah panggung. 17 Roderick Ham, Theatre „Planning Guidance for Design and Adaptation‟, Butterworth Architecture, 1998, page 8-16 Gambar Lingkaran 3600 18 b. Bentuk Melintang Treasure Stage Panggung berada di tengah diantara penonton yang duduk pada 2 dua bagian yang berhadapan. Gambar Bentuk Melintang19 c. Thrust Stage Sudut dari panggung lebih dari 1800 dimana penonton mengelilinginya. Gambar Thrust Stage20 18 Roderick Ham, Theatre „Planning Guidance for Design and Adaptation‟, Butterworth Architecture, 1998, hlm. 9 19Ibid ,hlm. 10 20 Ibid d. Lingkaran 1800 Bentuk ruang pertunjukan adalah lingkaran 1800 dimana panggung diletakkan sebagai pusat, dan area penonton berada di sekitarnya. Gambar Lingkaran 1800 21 e. Lingkaran 1350 Dimana seorang pelaku seni dapat memperoleh perhatian penonton dalam sudut penglihatan 1350 tanpa perlu menoleh. Gambar Lingkaran 135022 f. Lingkaran 00 End Stage Dimana hanya terdapat satu sudut pandang saja, dan antara penonton dengan panggung terletak pada satu garis. Gambar Lingkaran 00 23 21 Roderick Ham, Theatre „Planning Guidance for Design and Adaptation‟, Butterworth Architecture, 1998, 22Ibid , hlm. 16 23Ibid Selain itu adapula pembedaan panggung menurut bentuk dan tingkat komunikasinya yaitu24 a. Panggung Proscenium Pada panggung model ini, penonton hanya melihat tampilan penyaji dari arah depan saja. Panggung semacam ini cocok dipergunakan untuk model sajian misalnya pertunjukan seni tari klasik atau seni musik klasik. Gambar Panggung Proscenium25 b. Panggung Terbuka Panggung terbuka adalah merupakan pengembangan dari panggung proscenium yang memiliki sebagian area panggung yang menjorok ke arah penonton, sehingga memungkinkan penonton bagian depan untuk menyaksikan penyaji dari arah samping contohnya catwalk tempat peragaan busana. Gambar Panggung Terbuka26 24 Mediastika, C. E., 2005, Akustika Bangunan „Prinsip -prinsip dan Penerapannya di Indonesia, Erlangga, Jakarta, hlm. 93-94 25 akses 18 April 2010, 0555 26 c. Panggung Arena Panggung arena adalah panggung yang terletak di tengah– tengah penonton, sehingga penonton dapat berada pada posisi di depan, di samping, atau bahkan di belakang penyaji. Panggung arena cocok pertunjukan yang juga menyajikan atraksi panggung yang aktif dan lincah. Gambar Panggung Arena27 d. Panggung Extended Bentuk panggung extended adalah pengembangan dari bentuk proscenium yang melebar ke arah samping kiri dan kanan. Bentuk panggung ini cocok digunakan untuk acara seperti misalnya penganugerahan penghargaan, yang dilengkapi penyajian musik. Gambar Panggung Extended 28 27 , akses 18 April 2010, 0656 28 Mediastika, C. E., 2005, Akustika Bangunan „Prinsip-prinsip dan Penerapannya di Indonesia, Erlangga, Jakarta, hlm. 93 Dari 2 dua pembedaan di atas dapat dilihat panggung proscenium sejalan dengan bentuk ruangan lingkaran 1800 dimana pusat panggung terletak pada arah depan saja. Hal ini menyebabkan komunikasi yang terjadi sangat minim karena penonton tidak dapat menikmati dan terlibat secara fisik dengan pelaku seni atau penyaji. Begitu pula dengan panggung extended yang sejalan dengan lingkaran 1350 dimana ada pelebaran atau perluasan sehingga penonton dapat juga menyaksikan dari arah samping atau tepi panggung. Kemudian setelah panggung dan bentuk ruang pada Gedung Pertunjukan Seni telah ditetapkan, maka akan dilakukan penyelesaian secara akustika di beberapa bagian. Yang pertama adalah bagian lantai panggung. Lantai panggung biasanya dibuat lebih tinggi daripada lantai penonton paling bawah yaitu sekitar setengah ketinggian manusia 80-90 Selain itu dapat dipergunakan pula bahan untuk menyerap bunyi sebagai pelapis lantai. Pelapisan lantai dengan bahan tertentu sebagai sebuah penyelesaian akustika tetap harus memperhatikan jenis pertunjukan yang akan ditampilkan pada panggung tersebut. Untuk pertunjukan yang menghasilkan bunyi berisik atau bersifat kolosal sebaiknya lantai dilapis dengan bahan tebal lunak seperti karpet tebal. Sedangkan untuk pertunjukan yang menonjolkan hentakan kaki seperti tari-tarian sebaiknya digunakan bahan keras seperti lantai pa rquette untuk melapis lantai 29 Mediastika, C. E., 2005, Akustika Bangunan „Prinsip -prinsip dan Penerapannya di Indonesia, Erlangga, Jakarta, hlm. 95 30 Ibid . Gambar Lantai Parquette 31 Selain lantai panggung, selanjutnya yang harus diselesaikan adalah penyelesaian akustika pada plafon panggung. Untuk plafon pada panggung yang perlu diperhatikan ialah ketinggian dari plafon tersebut terkait dengan keleluasaan pandangan dari penonton yang duduk di bagian belakang area penonton yang bertrap maupun yang ada di balkon jika ada. Terlalu rendahnya pemasangan plafon pada panggung akan menghalangi pandangan penonton ke arah penyaji/pertunjukan. Penyelesaian akustika pada plafon panggung dapat melalui pelapisan plafon dengan bahan yang sifatnya memantulkan bunyi agar ketika tidak ada bantuan dari peralatan elektronik, plafon tersebut dapat tetap menyebarkan suara ke arah penonton. Selain itu pemantulan tersebut akan menguatkan suara asli selama suara pantulan itu tidak lebih dari 1/20 detik dari suara 31 , akses 18 April 2010, 0702 32 Mediastika, C. E., 2005, Akustika Bangunan „Prinsip -prinsip dan Penerapannya di Indonesia, Erlangga, Jakarta, hlm. 96 Gambar Ketinggian Plafon Panggung33 Setelah permasalahan akustika pada plafon dan lantai dapat diselesaikan, dinding merupakan elemen berikutnya yang juga akan diselesaikan. Dinding yang dimaksud ialah dinding panggung yang berada di bagian belakang maupun samping panggung. Dinding dapat dimanfaatkan sebagai elemen penyerap ataupun pemantul bunyi. Hal ini tergantung dari bentuk panggung yang digunakan dalam Gedung Pertunjukan Seni tersebut. Bentuk panggung proscenium, terbuka, maupun extended umumnya memiliki dinding belakang dan samping kanan-kiri. Dinding belakang sebaiknya dilapis dengan bahan penyerap bunyi agar tidak menimbulkan suara bias dari arah penyaji. Sedangkan untuk dinding samping ada 2 dua jenis penyelesaian. Dinding samping kanan-kiri yang sejajar sebaiknya dilapis dengan bahan penyerap suara, sedangkan yang sedikit membuka ke arah penonton dilapis dengan bahan pemantul 33Ibid , hlm. 94 34 Mediastika, C. E., 2005, Akustika Bangunan „Prinsip-prinsip dan Penerapannya di Indonesia, Erlangga, Jakarta, hlm. 96 Gambar Pemanfaatan Dinding Panggung untuk Pemantulan35 Untuk dinding panggung samping kanan-kiri yang sejajar/berhadapan dilapis dengan bahan penyerap bunyi agar bunyi yang dihasilkan tidak memantul kembali sehingga menimbulkan suara bias yang akan mengganggu bunyi asli yang dihasilkan penyaji. Berbeda dengan dinding panggung samping yang keduanya sedikit membuka ke arah penonton justru sebaiknya dilapis dengan bahan pemantul. Posisi dinding tersebut dapat dimanfaatkan pemantulannya untuk memperkuat bunyi yang dihasilkan agar dapat sampai kepada penonton dengan lebih jelas.

model panggung pertunjukan musik dalam ruangan